Ramadhan Kareem

Bismillah ArRahmaan ArRaheem,

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,

Alhamdulillah, KKN kami batch 2006 telah selesai dengan jayanya. Segala puji dan syukur hanya kepada Allah swt kerana tanpa kasih dan sayang-Nya, perjalanan kehidupan ini tiada dirasakan indahnya pada suka dan duka, hitam dan putih dalam liku-likunya untuk mendaki langit kehidupan. Alhamdulillah, amantu billah!

Juga untuk kesempatan terbatas ini, saya mewakili teman-teman dari Teamwork IPEM mengucapkan Ramadan Kareem, kullu ‘am wa antum bil khayr dan mendoakan semoga Ramadan yang telah menjengah kita dijalani dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tuntutan sunnah Rasul, juga tidak ketinggalan moga Ramadan kali ini meninggalkan suatu kenangan terindah lagi terhalal dalam episod mukmin kalian. Ameen, insyaAllah.

Selamat menunaikan ibadah puasa. :)

Salam ingatan,

Yazidsahak, Halaa, Maisarah, Iman, Firdaus, Ruqnuddin, Nabil, Khadijah & Azzahra

Hadiah Perkahwinan

Rumah Tangga Bahagia

Oleh: Ustaz Pahrol Mohd Juoi

Ada yang mengatakan
Bahagia itu pada harta…
Diukir oleh intan permata

Tak kurang yang merasakan
Bahagia itu pada rupa…
Ditempa oleh wajah nan rupawan

Sesetengahnya berkeyakinan
Bahagia itu pada kemasyhuran
Dibaja dek gelar dan nama

Ramai juga yang merasakan
Bahagia itu pada kuasa
Dituai oleh pangkat dan jawatan

Pelbagai jalan menimbulan dilemma
Mencari yang benar, mempelai tersasar

Kalaulah bahagia itu pada harta…
Kalaulah bahagia itu pada nama…
Kalaulah bahagia itu pada rupa…
Kalaulah bahagia itu pada kuasa…
Kenapa Charles dan Diana berpisah?
Kenapa Elvis dan Priscilla berpecah?
Kenapa Onasis dan Jackie bertelagah?

Rupanya…
Bahagia itu dari dalam diri
Kesannya zahir, rupanya maknawi
Terpendam bagai permata di dasar hati
Terbenam bagai mutiara di laut nurani
Bahagia itu pada hati
Bertakhta di kerajaan diri
Bahagia itu pada jiwa
Mahkota di singgahsana rasa

Bahagia itu pada kesabaran…
Bila susah tak gelisah
Bila miskin tak pemarah
Bila sakit tak gundah
Bila gagal tak resah
Oh, suamiku, “Innalillah”

Bila kaya pemurah
Bila berkuasa amanah
Bila berjaya tak alpa
Bila sihat beribadat
Oh, isteriku, “Alhamdulillah”

Hakikatnya bahagia itu ketenangan
Bila hati mengingati Tuhan
Firman Allah yang bermaksud :
“Ketahuilah dengan mengingati Allah itu memberi ketenangan pada hati.”

Suami isteri sama-sama mengerti
Maksud terseni takdir Ilahi
Itulah zikir yang hakiki!

Selamat Pengantin Baru buat kakak tersayang di Unhas, Muneerah Abdul Jamil dan zauj

Saat penantian adalah pencarian diri

Semoga berjumpa lagi InsyaAllah

Maisarah Shukri

The New Old Makassar

It’s been four full years I stayed here in Makassar. It had really undergone a very impressive growth indeed. Lately I’ve been chatting with some Indonesian friends about their traditions and cultures. The red and white flag, the Phinisi boat and all the stuff. Indeed, I learn a lot about the impressive growth. Especially, the new Hasanuddin International airport…

 

makassar1

 

Everyone must have agree, Makassar makes a tremendous impression on first sight nowadays. You see its new face immediately upon landing at Hasanuddin International Airport. It’s the feeling that amazed me when I first arrived at the airport. It’s much nicer than its previous dingy and chaotic manifestation. I have to admit, the new airport which began full operation on 15 August 2008, serves as a symbol of the rapid improvement of Makassar’s infrastructure.

 

At first, I was thinking it’s just another new modern KLIA airport style, looking at the design. But my friend told me a new view that makes me think; does KLIA have the same interventions too? Combining futuristic elements with South Sulawesi ornamentation, Hasanuddin International Airport’s progressive design does not neglect the traditional local spirit. Waves, representing the spirit of the Bugis and Makassar ethnic groups – known as great seafarers – are translated into the curves of the roof. Their vessels, the traditional Phinisi sailing ship, is portrayed in the main support pillars, while the terminal ceilings employ motifs from Mandar embroidery. The rest I assume is in tasteful modern style.

 

Not yet to say the new attractive decor set on Pantai Losari and Tanjung Bunga, the Wahidin Sudirohusodo Hospital is also undergoing transformation for the better. Improvements to tourism infrastructure can also be seen at the Karebosi soccer stadium, which will soon become a complete ‘sportainment’ complex. This is not to mention the five star-rated hotels – references stated there are now more than ten star-class hotels in Makassar – there are to accomodate visitors to the city.

 

losari

 

For all these compared to four years ago, it is definitely much much better, I must say. Makassar is clearly working hard to modernize, and this is certainly necessary. Unfortunately I still find it’s hard to neglect the beauty of environment that astounds me the most. And how much those old unhealthy environment habits – spitting, littering, smoking, etc – distracts the beauty of the ‘new’ Makassar.

 

The infrastructures are indeed a proudly impressive growth for Makassar. But perhaps it would be a fantastic view with a little more environment improvement. It would be just nice to complete the infrastructure with a new healthy habit, yes? ;)

 

The Proud Outsider,

Halaa Burhanuddin,

IPEM Makassar.

Petani manusia

Tidur bangunmu ditemani bintang
Mimpi malammu penuh harapan
Dari jiwamu kau siap memberi
Menyapa dunia dengan senyuman

Dari jauh kau menebar pandangan
Melihat jelas lapangan Tuhan
Seksama mengatur segala urusan
Penuh gigih kau berkorban

Tanah digali dan digembur
Biar dalam akarnya nanti
Bibit dipilih dan diatur
Agar tidak saling merugi

Kau sirami lapangan baktimu
Supaya mereka berdiri kukuh
Bajai jiwa dan benahi hati
Buat nantinya bekal mengabdi

Lalangan munafik cepat kau cantas
Biar bebas dari jajahan jahiliah
Unggas dan ulat yang bermaharajalela
Kau hakimi di tengah ladang.

Mereka adalah hamba sesungguhnya
Memberi tidak pernah merasa rugi
Jikalah tidak mereka bertani
Manakan tumbuh manusia di bumi.

yazidsahak

TETAPLAH SEMANGAT UNTUK MENULIS

pencil

Sekadar berkongsi………

 

  • KUALA LUMPUR 17 Julai – Bekas peguam, Nisah Haron, 36, yang memenangi tempat pertama kategori cerpen Hadiah Sastera Berunsur Islam Ke-12 hari ini mendedahkan kesanggupannya meninggalkan profesion guaman untuk membolehkannya menghasilkan karya-karya sastera. Menurut Nisah, beliau meninggalkan profesion peguam pada 2006 selepas lapan tahun berkecimpung dalam bidang itu bagi membolehkannya menumpukan kepada minat menulis cerpen, esei dan novel. “Sebagai bekas peguam dan mengetahui undang-undang, saya terapkan ilmu dan pengalaman itu dalam karya-karya saya,” katanya ketika ditemui selepas dinobat pemenang hadiah tersebut di sini hari ini.

(Petikan berita Utusan Malaysia 18 Julai 2009)

             Satu inspirasi bagi mereka yang tidak mempunyai profesion dalam bidang penulisan tetapi ingin menulis.

 

  • Tidak ada sekolah khusus di dunia ini untuk menjadi seorang penulis. Semuanya bermula dari minat dan kerja keras.

 

  • Kunci untuk menjadi penulis ialah menulis, menulis dan menulis!

 

  • Jika mahu menghasilkan sebuah penulisan yang benar-benar baik, kita mungkin perlu melewati proses menghasilkan 100 penulisan yang kurang baik terlebih dahulu.

 

  • Menulis ibarat mencampur warna. Jika kita mempunyai banyak warna, kita mampu menghasilkan warna kita sendiri.

 

  • Anda tidak suka memulai menulis, bukan tidak suka menulis. Tiada orang yang tidak suka menulis.

 

  • Idea atau inspirasi yang tidak kunjung datang ketika bersenang-senang bermakna perlulah dicari kesibukan.

 

  • Bagi yang suka menunda-nunda untuk menulis, mulailah menulis hari ini walaupun hanya satu ayat dihasilkan dalam sehari. Tahun hadapan kita akan mempunyai 365 ayat!

 

  • Tulisan-tulisan yang sulit atau gagal untuk dilanjutkan janganlah dibuang. Siapa tahu anda mungkin memerlukannya suatu hari nanti. 

 

  • Anda tidak akan mampu melakukan inovasi apapun jika anda tidak rela untuk gagal.

 

  • Setiap orang adalah sebuah novel, cuma kita tidak yang tidak mahu menulis tentang diri kita.

 

 (Olahan/kutipan dari Aktiviti Bedah Buku Laskar Pelangi Anjuran IPEM dan buku Mengatasi 25 Hambatan Menulis)

Tranquility

358680-6-tranquility

“We seek peace, knowing that peace is the climate of freedom.”

 - Dwight D. Eisenhower

Peace or tranquility – comes in many forms. It shines from a mother’s eye when she takes a look at her baby for the first time. It flows with the drops of rain in the golden summer. It gusts through the lullaby in the night wind from the child’s window. It will fly your heart to the galaxy of sparkling stars, let you breathe the air of the hanami season and feel the warmth of the sunny spring. Being an outstanding experience and beyond any words can describe, whenever it comes and goes, it leaves an impact to our soul.

Read more »

Puisi

sebuah sangkar besi
tidak bisa mengubah rajawali
menjadi seekor burung nuri

rajawali adalah pacar langit
dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti

langit tanpa rajawali
adalah keluasan dan kebebasan tanpa sukma
tujuh langit, tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara

rajawali terbang tinggi memasuki sepi
memandang dunia
rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya

hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi dari keringat matahari
tanpa kemantapan hati rajawali
mata kita hanya melihat matamorgana

rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia
dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka

* ) Rendra, Kumpulan Puisi ” Perjalanan Bu Aminah “, Yayasan Obor Indonesia – 1997

Puasa Dalam Perubatan

Memasuki bulan Rejab, menapaki bulan Sya’aban, menghampiri bulan Ramadhan, bulan yang dirindui semua. Hari-hari di mana ummat Islam berpesta ibadah di sela-sela puasa yang penuh berkah. Tapi, sejauh mana kita menghargai puasa itu sendiri?

 

Puasa sering dianggap sama dengan melaparkan diri atau sekadar menahan diri untuk tidak makan. Sehingga timbul pengertian bahawa puasa boleh dijadikan satu cara menurunkan berat badan. Padahal puasa sebenarnya merupakan proses detoksifikasi total dan holistik bagi tubuh (proses pengeluaran zat-zat bersifat toksin atau racun dari dalam tubuh). Hakikatnya penurunan berat badan hanyalah efek samping dari puasa. Itu pun hanya dapat dicapai jika hakikat puasa diterapkan dengan betul.

 

Selama berabad-abad puasa telah dijalankan oleh manusia sebagai ibadah dalam agama dan terapi penyembuhan paling tua dalam sejarah perubatan manusia. Ada juga referensi yang mengatakan puasa biasa dilakukan manusia purba untuk mengasah kesaktian dan ketajaman batin.

 

Ilmuan dan tokoh terkenal masa lalu seperti Socrates, Hippocrates, Galen, Plato dan Pythagoras juga melakukan puasa untuk kesihatan dan menajamkan daya fikir mereka. Bahkan dunia perubatan Barat pun kini banyak menerapkan terapi puasa sebagai alternatif penyembuhan. Mereka akhirnya menyedari bahawa puasa merupakan mata rantai yang hilang dari pola makan Barat selama ini.

 

Setiap manusia pada dasarnya memerlukan puasa. Dan sesungguhnya puasa itu adalah kurniaan Allah s.w.t untuk kebaikan manusia. Manfaatnya diperoleh oleh manusia jua akhirnya. Sayangnya, ramai yang belum dapat menghayati hakikat puasa. Selama berjam-jam puasa mereka menahan lapar dan dahaga, tapi sebaik sahaja berbuka mereka mengisi perut secara berlebihan seperti takut kehabisan makanan. Bukan itu sahaja, ada yang menggunakan waktu sepanjang hari puasa untuk tidur sahaja sampailah dekat waktu berbuka. Apa yang kita dapat dari habit seperti ini? Bukan sahaja hilang manfaatnya, malah mendapat tambahan penyakit dan berat badan.

 

Setiap hari kita mandi untuk membersihkan tubuh. Setiap hari juga kita membersihkan rumah agar lingkungan kita sihat dan segar. Namun bagaimana dengan kebersihan bahagian dalam tubuh kita? Kebanyakan orang memang lebih peduli pada penampilan luar daripada kebersihan dalaman. Secara alami, usus besar memang tempat najis dan kotoran, sehingga wajar saja kita menganggap bahagian dalam tubuh tidak harus bersih total. Namun tahukah anda bahawa hal ini akan menjadi tidak wajar apabila fungsi pembuangan mulai tidak mampu mengantisipasi jumlah kotoran yang terbentuk?

 

Tubuh kita sudah melakukan detoksifikasi secara teratur seperti buang air kecil atau buang air besar. Tetapi proses ini adakala tidak memadai, terutama jika jumlah toksin yang terbentuk lebih banyak daripada yang dapat dikeluarkan. Setiap hari kita berhadapan dengan polusi udara, stres berat, asap rokok, sinar UV, radiasi, konsumsi ubat-ubatan dan banyak lagi hal-hal yang membentuk toksin dalam tubuh. Semuanya memberikan kontribusi pada perkembangan berpuluh penyakit degeneratif kronik akibat toksin, apalagi diperburuk dengan radikal bebas oksigen dalan badan. Kerana itu, detoksifikasi mental juga penting sehingga tubuh kita memerlukan puasa. Hanya dengan berpuasa kita dapat melakukan detoksifikasi atau pembersihan pada bahagian tubuh secara holistik.

 

Pernahkah kita berpuasa seperti kita sangat memerlukannya?

 

Memasuki bulan Rejab, menapaki bulan Sya’aban, menghampiri bulan Ramadhan. Tidakkah anda mahu sekali lagi menghayati amalan yang saban tahun kita ulangi?

 

Selamat berpuasa dari kami, IPEM sekeluarga…

  

Love,

Halaa Burhanuddin,

IPEM Makassar.

 

NOTE: Rujukan buku “Food Combining” oleh Andang W. Gunawan dan “What Your Doctor Doesn’t Know About Nutritional Medicine” oleh Ray D. Strand, MD.