KAU DAN AKU BUKAN SEKADAR LILIN


KAU DAN AKU BUKAN SEKADAR LILIN

Kita bukan lilin yang membakar dan mencair
kita lebih daripada itu
Kita bukan api yang membahang ganas
kita adalah segugus embun dingin
kita adalah bulan pencerah malam
kita adalah cahaya itu halus menusuk jantung.

Ketika aku bertamu di rumahmu
kau sajikan secangkir iman daripada anggur takwa
kau hidangkan sepinggang insaf daripada tamar insani
dan saat aku menjamahnya
di lubuk nurani juadah membekas
ke urat nadi subur mendarah
ke hujung nafas segar mengharum.

Di malam penuh syahdu itu
aku mendengar rintih dukamu
gurau tawamun bertukar menjadi air mata
bait-bait lisanmu bertukar menjadi nestapa
dan sehabis kuliah
saat derap tapak masih bertingkah
aku mengutipkan duka laramu
kudakap ke dada
tanpa meninggalkan bekas.

Kita bukan lilin atau pelita
kita adalah bulan peneman malam.

SHAMSUDIN OTHMAN
Dar Syeikh Muhammad Fuad Kamarudin al-Maliki,
Taman TAR, Kuala Lumpur.


“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya arak dan judi dan (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib (dengan panah) adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beroleh keuntungan”
[ Al-Ma’idah (5):90].
“Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu, hendaklah dengan lisannya; jika tidak mampu, hendaklah dengan hatinya. Akan tetapi, yang demikian itu (dengan hati) adalah selemah-lemahnya iman.”
[HR Muslim].

One thought on “KAU DAN AKU BUKAN SEKADAR LILIN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s