Lailatul Qadar


Malam Seribu Bulan

Jam menunjukkan 7 petang. Dendangan Al-Qur’an bersahutan kiri dan kanan, matahari mula melabuhkan diri. Di hadapanku, sebiji kuih, 4 biji kurma dan segelas air sejuk menanti disantap menjelang waktu Maghrib. Sambil berzikir memuji Allah, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu.

Aku segera membuka pintu dan mendapati seorang tua muncul dengan senyum. Terasa tenang melihat wajahnya.

“Assalamualaikum,” sapanya.

“Waalaikumussalam warahmatullah.”

“Minta maaf encik, saya mengganggu nak dekat buka puasa ni. Saya dari perjalanan jauh, kebetulan waktu dah nak maghrib, jadi saya nak tumpang berbuka di sini boleh?”

“Boleh pakcik. Tapi saya pun berbuka ala kadar je. Harap pakcik tak kisah.”

“Alhamdulillah, semoga Allah memberkati encik.”

Sesaat setelah kami duduk bersila menghadap juadah berbuka, azan Maghrib berkumandang. Saya berdoa dengan diaminkan orang tua tersebut, lalu sama-sama menikmati santapan apa adanya. Tak tahu kenapa, perutku kenyang dan hatiku merasa bahagia walaupun jumlah makananku hari ini hanya setengah dari hari-hari sebelumnya.

Setelah itu kami bersama-sama menunaikan solat Maghrib berjemaah dengan orang tua tersebut sebagai imamku. Aku tersentuh dengan bacaannya yang sangat indah dan penuh penghayatan. Betapa khusyuknya solatku, sampai aku lupa bilakah waktu terakhir aku sekhusyuk ini. Pada waktu berdoa, aku menitiskan air mata kesyahduan mendengarkan bait-bait rintihan sang imam. Sesungguhnya itulah solat terindah pernah aku rasakan.

Sebelum meminta diri, orang tua tersebut mengucapkan terima kasih dan memelukku dengan akrab. Dia sempat berbisik ke telingaku, “Semoga Allah memberkati encik dengan kebahagiaan dunia dan akhirat.”

Aku menghantarnya ke pintu dan melihatnya pergi sampai hilang dari pandangan. Segera aku merasa kehilangan. Walaupun baru bertemunya, aku merasa sungguh bahagia dengan kunjungannya yang sebentar.

~Andaikan sang tua itu adalah Lailatul Qadar, begitulah sekejapnya dia datang dalam sebulan kita beribadah. Datangnya tak disangka, tapi haruslah disambut dengan hangat dan ikhlas. Keindahannya tak terbayangkan dan ganjarannya kebahagiaan sampai ke akhirat. Semoga dia datang mengunjungi kita di Ramadhan kali ini. Ameen.

*Kisah ini hanyalah rekaan dan tidak ada hubungan dengan sesiapapun.

_____________________________________________________________________________________

“Allah sembunyikan waktu Lailatul Qadar, dengan maksud agar seorang muslim mengagungkan semua siang dan malam Ramadhan dengan ibadah dan amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Rabb-Nya.” –Ahmad Umar Hasyim

_____________________________________________________________________________________

Beza antara Nabi Muhammad dan kita itu sedikit rupanya.

Rasulullah s.a.w sedikit-sedikit solat sunat, kita sedikit-sedikit dah penat.

Rasulullah s.a.w sedikit-sedikit bangun malam,kita sedikit sekali terjaga dengan alarm.

Rasulullah s.a.w sedikit-sedikit khatam Al-Qur’an, kita sedikit sangat sentuh Al-Qur’an.

Rasulullah s.a.w sedikit-sedikit bersedekah, kita sedikit je disedekah.

Rasulullah s.a.w sedikit berbicara, kita sedikit-sedikit nak mengata.

Rasulullah s.a.w sedikit berbukanya, kita sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit.

~Semoga dengan tambah sedikit lagi, dapat mendekati sedikit-dikitnya amal Rasulullah.

_____________________________________________________________________________________

“Lima perkara yang membatalkan puasa: ucapan dusta, membicarakan kejelekan orang lain di belakang (ghibah), mengadu domba (namimah), sumpah palsu, dan pandangan dengan nafsu syahwat.” –HR Al-Adzi

_____________________________________________________________________________________

Dari Ali bin Aurah pada suatu hari Rasulullah telah menyebut 4 orang Bani Israel yang telah beribadah kepada Allah selama 80 tahun. Mereka sedikitpun tidak derhaka kepada Allah. Lalu para sahabat kagum dengan perbuatan mereka itu. Jibril datang memberitahu kepada Rasulullah bahawa Allah s.w.t menurunkan yang lebih baik dari amalan mereka. Jibril pun membaca Surah Al-Qadar dan Jibril berkata kepad Rasulullah bahawa ayat ini lebih baik dari apa yang engkau kagumkan ini, menjadikan Rasulullah s.a.w dan para sahabat amat gembira.

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatulqadar dan apakah yang menyebabkan engkau mengerti apa itu lailatulqadar. Lailatulqadar lebih baik daripada 1000 bulan. Pada malam itu para malaikat dan Jibril turun dengan keizinan daripada Tuhan mereka untuk setiap urusan. Malam ini sejahtera hingga terbit fajar.” – Al-Qadar : 1-5

_____________________________________________________________________________________

Doa Khusus Lailatulqadar:

Diterangkan oleh Aishah r.a:

Maksudnya: “ Saya pernah berdoa kepada Rasulullah s.a.w bagaimana kiranya saya mengetahui malam Lailatulqadar dengan tepat. Apa yang saya akan doakan pada saat itu. Baginda menjawab berdoalah dengan doa yang berikut;

Maksudnya: “Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya engkau sentiasa memaafkan salah silap hamba lagi suka memaafkan, oleh itu maafkanlah silapku.”

_____________________________________________________________________________________

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s