Suasana Desa


Kabus tebal menutupi desa,
Dingin subuh membawa sentosa,
Azan berkumandang simpulan gema,
Bersama rahmat Yang Maha Esa.

Ayam berkokok di tepi jendela,
Kicau burung tinggi di udara,
Bunyi enjin sipi di telinga,
Niat dimulakan beserta doa.

Sinar cahaya menjengah muka,
Matahari terbit memberi tanda,
Rutin yang sibuk pun bermula,
Entah bila bertemu senja.

Penduduk desa bermacam kerja,
Pesawah, petani juga pengusaha,
Semuanya saling bertegur sapa,
Cerminan erat indahnya bersaudara.

Padi terhampar kekuningan warna,
Proses menuai menjadi utama,
Penat berkeringat kian merasa,
Namun hasil membawa bahagia.

Anak riuh bersuka-ria,
Mencuit hati bergelak ketawa,
Pabila melihat suasana desa,
Jiwa tenteram hati gembira.

Di pondok usang mereka berbicara,
Memikir masalah kononnya negara,
Golongan tua penggerak daya,
Keprihatinan terpapar pada jiwa.

Pemuda-pemudi di tepian sana,
Bersama teman bergurau-senda,
Penuh semangat pabila bercerita,
Kononnya berdebat isu semasa.

Layang dan pipit melebar sayapnya,
Kembali ke sarang dengan segera,
Jendela ditutup lampu dinyala,
Isyarat malam kian menjelma.

Tatkala matahari melabuh tirainya,
Senja kemudian datang menerpa,
Penghuni desa pulang semua,
Sepi sudah suasana desa.

One thought on “Suasana Desa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s