Pesan Buat Sahabat


Wahai sahabatku,

Sedang perpisahan mengaburi kita dengan airmata, pujuklah hati untuk mengerti erti di sebalik datang dan pergi. Supaya belajar mengenali dan menghargai.

Kerana dulu aku belum kenal, pandangan selalu kosong dan tak bersulam sapa. Bila kamu menyebut namaku dan tanganmu menjabat erat tanganku, kau menanam benih di hatiku. Baru sepurnama ia tumbuh dan mekar, lantas hari-hariku jadi lebih berwarna.

Penitian ruang lelah dan penantian sudah di hujung jalan. Syukur ditutur, sujud dimaksud, bahagia berbunga.

Berpaling bukan bermaksud berundur, tapi menatap agar rindu tak jadi sendu dan sayu tak terbuku.

Sebelum angin menghembus hilang jejakku di sini, sempatkanlah menyantap hidangan pesan yang mungkin kelihatan tak menambat seleramu, tapi jadikanlah ia seperti ubat yang akan menguatkan langkahmu.

Kenyataannya Makassar mengajar kita cara untuk menghadapi hidup. Oleh itu sahabatku:

1. Jangkakan yang tidak kau jangkakan.
Mungkin Makassar adalah tempat paling tepat untuk mengajarmu tentang ini. Tak ada yang mustahil, oleh itu persiapkan dirimu dengan apa saja kemungkinan. Setelah ini, kau seharusnya tidak takut lagi menghadapi dunia.

2. Bawalah dirimu ke dalam dunia mereka, jangan bawa duniamu dalam diri mereka.
Masuk kandang kambing, mengembek, masuk kandang kerbau menguak. Janganlah terlalu taksub dengan budaya sendiri. Apalah guna kita merantau ke tempat orang kalau tidak untuk menjadi lebih terbuka. Tapi jadilah pula seperti ikan di lautan yang masin, isinya tetap manis.

3. Tak kenal maka tak cinta, sudah kenal jangan membenci.
Seperti setiap insan, punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kenapa bila terlihat satu dua buruknya, kita terus melabel seluruh bangsanya. Dengan itu kita sama saja, bersikap pilih bulu dan perkauman. Cerminlah diri sebelum mengutuk dan membenci. Betapa banyaknya kebaikan mereka yang belum pernah kita hargai.

4. Kita dijemur matahari, bukan diselimuti salji.
Kita diletakkan di sebuah negara yang masih bergelut dengan kemiskinan dan kesusahan, seharusnya mengajar kita untuk lebih bersyukur. Jujur saja, antara sebab kita sangat ‘homesick’ adalah kerana kurangnya kemudahan dan hiburan yang banyak di negara kita.

5. Buruan kita bukan hanya sekeping ijazah.
Tetapkanlah tujuanmu. 5 tahun bukan masa yang singkat. Sedarkah kalian ini adalah peluang terakhirmu untuk menikmati hidup? Kau mahu cinta? Sahabat? Ilmu kepimpinan? Semuanya ada, tapi kematanganmu yang akan menentukan hasil buruanmu nanti. Peluang terakhir. Jangan sia-siakan.

6. Dan ingatlah yang paling utama, berpeganglah dengan tali Allah s.a.w.
Dia tak akan membiarkan kita, sang mujahid yang memburu ilmu di bumi orang.

Aku tak sempurna dan dari tempat inilah aku pelajari semua. Berbahagialah bila anda pulang bukan hanya dengan sekeping ijazah, tapi dengan seguni ma’rifah. Alhamdulillah.

Nota kaki: Terima kasih teman se-IPEM. Semoga ukhwah yang terbina sentiasa dalam redha-Nya.

-IMAN NAILAH 2011-

One thought on “Pesan Buat Sahabat

  1. wa……..:-D
    alhamdulillah akak mc sempat g nak berkarya ea walaupun akak da xde da dlm siklus update blog ni hehe tp akak d alu-alukan sangat utk share smthing yg sgt bermanfaat buat kami d cni dan seluruhnya.. insyaAllah smga pesanan akak dpt kami jadikan pedoman sementara menghuni d bumi makassar ini. amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s