Bersama Kesulitan Ada Kemudahan


 

Khabarkan aku bahwa fajar akan tiba...

Wahai manusia, setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada segar, setelah bergadang ada tidur, setelah sakit ada sihat, yang tak pasti akan sampai, yang tersesat akan temukan jalan, kesulitan akan hilang dan kegelapan akan sirna. “Mudah-mudahan Allah mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya) atau sebuah keputusan dari sisi-Nya.” (Al-Ma’idah:52)

Berikan khabar gembira kepada malam bahwa fajar akan tiba; mulai dari puncak pergunungan hingga ke lembah-lembah. Berikan khabar gembira kepada orang yang sedang risau bahwa jalan keluar akan segera datang secepat cahaya dan sekejap mata. Sampaikan khabar gembira kepada orang yang sedang kesusahan bahwa kelembutan dan belaian kasih sayang sebentar lagi datang.

Jika aku melihat padang pasir yang luas membentang, ketahuilah bahwa sesudah tali itu terdapat taman hijau yang rimbun.

Jika aku melihat tali yang demikian kuat, ketahuilah bahwa pada suatu saat ia akan putus juga. Ada pepatah Arab yang berbunyi,

Setelah datang, kepedihan itu pun pergi. Kemudian menghilang dan tidak tampak lagi.


Bersama air mata ada senyuman.  Bersama takut ada rasa aman. Bersama kekhuatiran ada ketenangan. Api tidak membakar Ibrahim yang bertauhid lantaran pemeliharaan Tuhan yang menghembuskan hawa dingin dan memberikan keselamatan.

Laut tidak menenggelamkan nabi yang menjadi mitra bicara Tuhan kerana suara yang kuat dan tulus itu mengucap, “Tidak. Bersamaku ada Tuhan yang akan memberikan petunjuk.”

Nabi s.a.w. yang terpelihara dari dosa memberikan  khabar gembira kepada sahabatnya bahwa “Dia bersama kita” sehingga mereka dihinggapi rasa aman, pertolongan, dan ketenangan turun.

Orang yang diperbudak oleh kondisinya dan tertawan oleh gelapnya keadaan hanya melihat masalah, kesulitan, dan derita. Mereka hanya melihat dinding kamar dan pintu rumah saja. Padahal, seharusnya mereka mahu melihat apa di balik dinding dan memikirkan apa di balik pagar.

Kerana itu, jangan  resah jika keadaan tidak mungkin terus sama. Sebaik-baik ibadah adalah menantikan jalan keluar. Hari demi hari terus berjalan. Waktu terus berputar, sementara yang ghaib tidak nampak dan Tuhan yang Maha Bijaksana sibuk mengatur. Semoga sesudah itu Allah menghadirkan jalan keluar. Bersama kesulitan ada kemudahan.

Hasil nukilan: DR. AIDH AL-QARNI

Dipetik dari buku: YA ALLAH, KENAPA AKU DIUJI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s