Mencari mentari yang hilang


Kerana kawan hidup aku binasa,
Hidup bergelumang dosa durjana,
Alpa kerana dunia sungguh mempesona,
Terasa gelap duniaku seketika,
Bagaikan esok kiamat akan muncul,
Oh Dajjal aku kah yang kau cari?

Persetan kau manusia pengkhianat,
Berjalan aku disiang hari tanpa mentari,
Teraba-raba di bawah terik mentari,
Walaupun cerah masih kelam pandangan ini,
Merangkak di ruang luas penuh tanda tanya,
Dimanakah tongkat sakti yang dicari-cari.

Wahai teman, diriku terasa asing,
Asing dilautan manusia durjana,
Yang siangnya seorang penipu,
Dan malam tiba menjadi pencuri terhebat,
Indahnya dunia yang aku kejar ini,
Cairnya diri secair ais di bawah mentari,
Dimanakah cahaya yang kucari menghilang.

Aku masih tercari-cari sinar matahari,
Tapi rupannya sang pencipta beriku pelangi,
Beransur sudah kisah dimalam hari,
Siang berganti meneman pelangi dinihari,
Rupanya akulah insan yang dicari-cari,
Pengganti mereka dimedan perang,
Akulah penyambung wadah yang telah retak.

5 thoughts on “Mencari mentari yang hilang

  1. Hahahaha…Maafla kalau terasa tercopy paste…aku just taip apa yang aku rase dan tiba-tiba menjadi rajin….hahahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s