Menjadi Seorang Hafidz


Assalamualaikum wrb.

Amat beruntunglah orang-orang yang menghafal Al-Quran. Sehinggakan Rasulullah saw. menyebut dalam sebuah hadith,

Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda:

Sesungguhnya seseorang yang dalam hatinya tidak ada Al-Qur’an sama sekali ibarat rumah yang rosak.”

(Sunan at-Tarmidzi (V/2913) hal. 177, ia berkata : “Hadits hasan shahih”)

Perumpamaan penghafal Al-Qur’an dengan orang yang tidak menghafal Al-Qur’an ibarat dua orang yang berada diperjalanan. Yang pertama berbekalkan kurma dan yang kedua berbekalkan tepung. Orang yang pertama dapat makan kapan saja di atas haiwan tunggangannya. Dan yang kedua harus turun terlebih dahulu, membuat adunan, menyiapkan api, membuat roti, dan memasaknya.

Oleh ini, Jiwa Kosong ingin share teknik bagaimana caranya untuk menghafal Al-Qur’an. Ini bukan beerti Jiwa Kosong dah hafal 30 juz. Akan tetapi marilah sama-sama kita berusaha kearahnya. Insyaallah.

Cara Menghafal Al-Quran:

  1. Hendaklah permulaan hafalan Al-Qur’an dimulai dari surah An-Naas lalu Al-Falaq, yakni kebalikan dari urutan surat-surat Al-Qur’an.
  2. Membagi hafalan menjadi dua bagian :
    1. Pertama : Hafalan baru,
    2. Kedua : Membaca Al-Qur’an ketika shalat
  3. Mengkhususkan waktu siang, yaitu dari fajar hingga Maghrib untuk hafalan baru.
  4. Mengkhususkan waktu malam hari, yaitu dari adzan Maghrib hingga adzan Fajar untuk membaca Al-Qur’an di dalam shalat dengan mempraktikkan tadabbur Al-Qur’an.
  5. Membagi hafalan baru menjadi dua bagian:
    1. Pertama : Hafalan
    2. Kedua : Pengulangan (dilakukan sewaktu solat sunnah atau wajib sepanjang siang hari).
  6. Meminimalkan kada hafalan baru dan lebih memfokuskan pada pengulangan ayat-ayat yang telah dihafal.
  7. Membagi ayat-ayat yang telah dihafal menjadi tujuh bagian sesuai dengan hari dalam seminggu, sehingga membaca setiap bagian dalam shalat setiap malam (muraja’ah)
  8. Setiap kali bertambah kadar hafalan maka hendaklah diulangi pembagian pengelompokan mingguannya agar sesuai dengan kadar tambahannya. Namun perlu diperhatikan bahwa pengulangan pada minggu pertama hendaklah kadarnya lebih sedikit kerana belum terlalu mengakar.
  9. Hendaklah hafalannya per-surah. Dan hendaknya dalam menghafal surah, yang pertama kali dilakukan adalah dengan membaginya terlebih dahulu.
  10. Tidak dibenarkan dan tidak diperbolehkan sama sekali melewati surah apapun sampai ia menghafalnya secara keseluruhan, seberapapun panjangnya. Dan setelah menghafalnya secara keseluruhan maka hendaklah diulang-ulang beberapa kali dalam tempo lebih dari 1 hari.
  11. Sangat dianjurkan sekali untuk memperdengarkan surah-surah yang akan digunakan shalat malam kepada orang lain. Dan lebih diutamakan kepada anggota keluarga, agar terlaksana saling menasihati dan kerjasama antara anggota keluarga.
  12. Apabila di tengah-tengah shalat malam mengalami kelemahan dalam hafalan sebagian surah, maka hendaklah dilakukan muraja’ah (pengulangan) kembali di siang hari pada hari berikutnya. Dalam kondisi seperti ini, tidak dibenarkan memulai hafalan baru.
  13. Tidak baik tergesa-gesa ketika membaca Al-Qur’an (bahkan ketika menghafal surah-surah baru), dengan alasan ingin menguatkan hafalan.

– Selamat Ber’amal ^_^ –

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s