Bedah puisi ADA APA DENGAN CINTA


puisi ranggaKu lari ke hutan
Kemudian menyanyiku
Ku lari ke pantai
Kemudian teriakku

Pecahkan saja gelasnya!
Biar ramai… biar mengaduh sampai gaduh

Ahh!

Ada malaikat menyulam jaring labah-labah belang
Di tembok keraton putih
Kenapa tidak goyangkan saja locengnya?
Biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan
Belok ke pantai?

BEDAH :

Puisi ini menggambarkan apa yang dialami oleh penyajak pada saat itu, tentang kehidupannya.

Penyajak merupakan seorang pemuda yang tersepit dengan kehidupannya, tidak suka di temani dan begitu meminati puisi dari penulis-penulis yang hebat. Dalam masa yang sama dia mencuba untuk mengasah bakat dalam bidang penulisan.

“Ku lari ke hutan
Kemudian menyanyiku
Ku lari ke pantai
Kemudian teriakku”

Dia ingin melarikan diri daripada kesepian sama seperti lari ke hutan. Tetapi dia masih dikejar dengan perasaan nya sendiri. Dia cuba melarikan diri ke pantai tetapi keresahan tetap juga menghantuinya.

“Pecahkan saja gelasnya!
Biar ramai… biar mengaduh sampai gaduh”

“kesepian” membuat dia merasa benci pada kehidupannya, hanya bertemankan ayahnya yang patuh dengan aturan hidup. Dia ingin sekali melarikan dirinya daripada kesepian dan ingin berada dalam satu masyarakat yang penuh ceria tetapi dia tak mampu.

Dia juga terlalu ingin menjadi manusia yang berkuasa tetapi dia tidak punyai kepandaian persis:

” Aihh..ada malaikat
menyulam jaring labah-labah belang
Di tembok keraton putih”

ingin dia bermain dengan api tetapi tak mampu mengawal api bila api itu mula marak dan akan terus membakar ..

dia tak ingin sendiri kerana bila sendiri dia akan terus tewas dengan kesepian lantas dia inginkan keriuhan yang mungkin mampu mengubah sikap nya tetapi dia juga gagal mencari dimana punca nya ..

“Seperti berjelaga jika ku sendiri
Pecahkan saja gelasnya
Biar ramai..biar mengaduh sampai gaduh “

penulis merasakan dia perlu juga membebaskan dirinya dari belenggu kesepian dengan dua cara sama ada melarikan diri ke hutan untuk melepaskan keresahan dengan cara “bernyanyi” atau membelok ke pantai untuk “berteriak”.

Oleh: Jiwa0

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s